Translate

Rabu, 03 Januari 2018

The Blue Mosque, Masjid Sultan Ahmet. Masjid Terindah di Dunia

Assalamualaikum Girls….

Good Morning from Istanbul. Hmmm ternyata iklim di Turki lebih dingin dibanding di Maroko. Saat kami pergi adalah waktu musim semi, di Maroko sudah tidak dingin lagi tapi ternyata di Turki masih kebagian sisa angin musim dinginnya yang menusuk. Untung saja kami masih membawa pakaian winter kami.




Rencana kami hari ini adalah mengunjungi tempat yang sudah aku nantikan selama bertahun – tahun. My dream comes true, akhirnya aku bisa menginjakkan kaki ke Blue Mosque, The Most Beautiful Mosque In The World ! Alhamdulillah ya Rabb. Penjelajahan hari ini tidak ditemani oleh Jennifer karena ia ada ujian. Tak disangka saat breakfast, kita bertemu dengan pasangan yaahh sekitar seumuran ortu aku. Mereka  sedang honeymoon anniversary pernikahan mereka yang ke-20. Mereka lalu minta agar bisa bergabung bersama kami. Well why not kata pak suami. Fyi, mereka orang Canada.


So kami ber-4 lalu menaiki Tram yang tidak jauh dari hotel kami. Sebenarnya kawasan Sultan Ahmet tidak begitu jauh dari hotel kami, kami bisa berjalan kaki ke sana. Namun kami ingin mempersingkat waktu saja hehehe. Naik Tram harus menggunakan kartu Istanbul Card. Sayangnya tidak di setiap stasiun menjual kartu. Setiap stasiun juga dilayani oleh mesin jadi tidak ada petugas  untuk bertanya. Untungnya satu kartu Istanbul Card bisa digunakan untuk beberapa user. Potongan saldonya berlaku untuk sekali masuk, tidak tergantung pada jarak perjalanan yang ditempuh. Jadi bisa sekaligus 4 orang memakai kartu yang sama. Oia Istanbul card ini juga bisa digunakan untuk semua jenis trasportasi di Turki yaa mulai dari bus, tram hingga metro.

Pada hari ini di kawasan Sultan Ahmet sedang ada banyak anak – anak sekolah seusia SD sedang melakukan study tour. Jadi rameeee banget. Anak – anak Turki itu cakep – cakep yaaa. Aku dan pak suami senang sekali memperhatikan mereka yang gemes – gemes. Eeehh ternyata dari sekian banyak anak yang lalu lalang ada sekelompok anak yang juga caper ke kami. Mungkin karena wajah kami Asia dan harus berbahasa inggris kepada kami, jadi mereka sedikit norak teriak – teriak hai berkali – kali ke kami. Mungkin persis seperti kita juga yang bertemu bule, sama capernya hehee. Sampai akhirnya ada yang pede menghampiri kami dan mengajak kami ngobrol dengan Bahasa inggris yang masih belepotan. Bikin GR banget, tiba – tiba beberapa anak minta foto bareng, pak suami yang disuruh motion. Ada yang bilang aku cantik, seperti Barbie. OOOHH REALLY ? Langsung GR banget kaann, mana anak yang bilangnya juga cantik.

Bersama anak-anak Turki yang gemesin

“Aku tadi lupa ya gak videoin kamu lagi dikerubutin anak-anak Turki. Padahal mau tak upload tuh, nih istriku jadi artis di Turki”, ledek pak suami.

“Aaahhh kamu maahhh pake lupa segala hahahhaaa. Ini pasti  karna aku pakai bulu mata cetar ala syahrini”, jawabku sambil mengedip – ngedip manja ke arah suami.

“Nggak kaleeee mang istriku cantik kok, gayanya juga keren. Coba liat jaket bulu-bulunya, boots tingginya. Siapa dulu dooooong yang beliin hehehe”, ledek pak suami lagi sambil cubit manja pipi istrinya.

Well yang begini nih yang bikin hati jadi tambah melting, tambah sayang. Pujian suami memang selalu nomer satu di hati.

Fyi, semua outfit yang aku pakai hari ini adalah pilihan pak suami. Beliau yang membelikannya tempo hari  atas pilihannya sendiri. Mulai dari kerudung, bros hijab, jaket bulu – bulu, boots tinggi hingga tas. Sejak di Maroko, dia jadi fashion police aku. Dia bangga kalau orang lain memuji penampilan istrinya. Belum pernah aku temui shopping bisa seseru itu sama sosok suami sendiri. Hmmm I miss youu sayaang.



taman terbuka untuk umum. Di belakang bangunan ini ada stasiun tram
Back to the topic, kami turun di stasiun Sultan Ahmet. Kawasannya sangat ramai. Di depan stasiun ini memang ada taman terbuka. Di taman ini terdapat satu bangunan yang sudah tidak dipakai lagi. Dulunya tempat ini digunakan untuk mengambul air wudhu atau bersih - bersih sebelum masuk ke area masjid. Sekitaran terdapat banyak tempat wisata. Ada berbagai museum di sekitaran sini. Sayangnya waktu kami sangatlah terbatas. Jadi kami langsung masuk menuju Masjid lewat pintu samping. Subhanallah, baru masuk pintu areal saja sudah sejuk dipandang mata. Masjid megah dengan kubah berwarna biru lalu taman – taman hijau disekelilingnya.



Lalu kami masuk ke area teras masjid. Arsitekturnya wow. Entah kenapa adem melihatnya. Area masjid sebenarnya terbuka untuk umum, semua bisa masuk ke dalam hanya saja harus berpakaian sopan. Untuk wanita harus memakai hijab. Jadi untuk turis yang non muslim biasanya mereka sudah membawa scarf. Tidak ada peminjaman atau penyewaan hijab di sekitaran sini. Madam Maryam, orang Canada yang ikut kami dia tidak berhijab dan tidak membawa scarf jadi ia tidak bisa masuk dan menunggu kami di area teras masjid saja.

Begitu masuk areal Sultan Ahmet Camii

Teras masjid


MasyaAllah begitu kami masuk ke dalam masjid, sungguh bergetar hati kami. Jujur, aku hampir nangis terharu. RumahMu begitu indah di Turki sini, entah bagaimana indahnya rumahMu di Surga kelak. Semoga hamba juga bisa melihatnya ya Allah. I love the details! No wonder kalau masjid ini disebut sebagai Masjid terindah di Dunia. Speechless. Sayangnya area sholat untuk wanita sangatlah terbatas aka nyempil di bagian agak belakang.









Karena merasa tidak enak kalau di tunggu lama oleh mereka, jadi kami tidak berlama – lama di dalam masjid. Foto – foto kami kurang kece, sungguh nyesel tidak bawa tripod kesini. Kata pak suami, insyaAllah kalau ada rejeki kita kesini lagi yaa say. Di Turki banyak sekali masjid indah tapi modelnya semua hampir sama bentuknya dengan The Blue Mosque. Hal ini yang membuat pak suami ingin berkunjung ke masjid – masjid itu. Ingin melihat kemegahan – kemegahan masjid tersebut yang tidak kami temui di Indonesia.

“Sayang, tiket pulang ke Marokonya bisa dimundurin gak? Aku mau lebih lama disini. Masa besok udah pulang aja, cepet banget”, bujuk pak Suami.

“Hmmm kemarin kan aku dah bilang kita seminggu aja di Turki, kamunya yang nggak mau. Katanya ngapain lama – lama. Naaahhh kan nyesel kaaann”, balasku dengan meledeknya.

“Iya maaf ya say harusnya aku percaya sama kamu. Emang benar 3 hari mah cuma dapet capeknya doang kurang menikmati. Aku pikir kan kesini cuma buat perpanjang visa kamu doang”, jawab pak suami sambil memelukku dengan erat. 

The Blue Mosque ternyata berhadapan langsung dengan Hagia Sophia

Back to Top