Translate

Rabu, 12 Juni 2019

Dealing With Pain. Saat Suami Meninggal Dunia.


Halo Assalamualaikum gengs. Pada segmen RabuReligi kali ini aku mau sharing pengalamanku saat menghadapi cobaan berat yaitu saat suamiku meninggal dunia. Suamiku meninggal karena serangan jantung mendadak saat kami tinggal di Maroko. Karena mendadak sudah pasti aku kaget dan merasa belum siap ditinggal alm. Akhir – akhir ini aku juga banyak mendengar kabar serupa, para istri yang ditinggal mendadak oleh alm suami. Nah aku mau berbagi tips ala aku saat menghadapinya.




Begitu suami dinyatakan meninggal oleh dokter, badan ini langsung lemas. Semua tulang di tubuh ini hilang, tidak ada tenaga sama sekali. Semua tulang jadi lunak. Otomatis aku tidak kuat berdiri dan hanya bisa duduk saja. Air mengalir deras dari pipi.

1.       Ucapkan innalillahi
Ucapkan innalillahi waina ilaihi rojiun. Resapi juga arti kalimat ini. Mungkin sebagian dari kalian sudah ada yang paham dengan artinya namun sebagian yang lain belum. Terjemahan dari ucapan itu adalah Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami akan kembali. Artinya kita sabar atas ujian yang Allah berikan seperti yang Allah jelaskan pada Al – Baqarah 155 – 157

"Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun." Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (Al-Baqarah: 155-157)

2.       Ucapkan hamdalah
Ucapkan Hamdalah, Alhamdulillah yang berarti segala puji bagi Allah memang sering diucapkan ketika kita mensyukuri nikmat Allah. Lha kok tapi suami meninggal malah bersyukur ?? Maksudnya adalah kita bersyukur alm sudah tidak akan dipusingkan lagi dengan urusan dunia.

Mengutip perkataan Ustadz Adi Hidayat, “Saat seseorang meninggal, maka ia beruntung karna di asudah tidak disibukkan lagi dengan perkara dunia. Ia tidak akan menambah timbangan dosa lagi. Sedangkan kita yang masih hidup masih aka menambah timbangan dosa lagi. “

Jadi setelah dia meninggal, saatnya alm memanen hasil amal ibadah beliau selama di dunia. Semoga Allah melimpahkan rezeki kepada Alm.

Selain itu juga setelah mengucapkan hamdalah, aku merasa beban yang ada di pundak itu seakan terangkat. Himpitan di dada seakan melebar. Aku pribadi memang awalnya sangat susah mengucap alhamdulillah, sampai terbata saat mengucapkannya. Dituntun oleh beberapa teman Maroko. Butuh waktu semalam sampai akhirnya aku bisa fasih berucap alhamdulillah atas kepergian alm suami.

3.       Menangis, tapi tidak melukai diri sendiri. Jangan seperti jaman jahiliyah
Keesokan harinya aku bertemu dengan Ibu Kedubes. Beliau menuntunku untuk lebih mengikhlaskan kepergian suami. Aku lupa detail doa yang dibimbing beliau. Tapi aku masih ingat, beliau menuntunku untuk memanjatkan doa kepada Allah agar diberikan kekuatan untuk melalui ini semua, diberi kekuatan untuk menguatkan hati yang hancur, mengikhlaskan kepergian alm dan mendoakan alm suami. Lalu aku dipersilahkan untuk teriak sekencangnya oleh beliau. Pertama dan terakhir kalinya, untuk release semua beban yang sesak di dada. Karena kata beliau walau di bibirku sudah berucap ikhlas tapi hatiku masih sesak dan semua tercermin di mukaku yang penuh beban.

Aku menangis histeris sambil terus berucap istigfar dalam hati. Menangis histeris tapi jangan sampai memukul atau melukai diri sendiri yaa. Sampai akhirnya aku merem dan dalam meremku itu aku melihat suamiku tersenyum lalu pergi. Ternyata itu adalah ruh suamiku yang pamitan terakhir kali denganku. Ibu Kedubes juga melihat hal yang sama denganku. Namun dengan beliau, ia bisa berkomunikasi. Alm suami berpesan sudah pergi dengan tenang dan ikhlas, ia juga mengucapkan terima kasih.

4.       Perbanyak istigfar, dzikir dan wirid
Bersyukur sekali mendapat kado indah dari Allah. Kata Ibu Kedubes, selama alm suami belum dikuburkan maka ruhnya pasti ada di bumi. Sebagai istri, ikatan kita masih kuat, kita bisa terakhir kalinya membantu ruh suami untuk terbiasa mengucap asma Allah agar kelak nanti lancar menjawab pertanyaan malaikat di alam kubur. Selalu wirid, perbanyak istigfar dan dzikir dan selalu ucapkan syahadat yang diniatkan agar ruh suami bisa mengikuti ucapan tsb.



5.       Tetap berpikir positive. Selalu ada hikmah di setiap kejadian
Dibalik setiap cobaan yang menimpa kita, yakinlah ada hikmah indah di belakangnya. Mungkin kita belum mengetahui rahasia Ilahi. Namun setelah kita menyadarinya betapa kita akan bersyukur akan hal itu. Sekalipun duka kematian yang menghampiri. Ada hikmah indah dibaliknya. Always keep positive karena hal positive itu hanya bisa dilihat dari kacamata kita yang juga positive.

6.       Tidak boleh menghujat Allah
Dalam ujian yang menimpa kita, ada 2 pilihan yang kita ambil. Menerima dengan ikhlas dan sabar sehingga berbuah pahala yang tak ternilai atau menghujat Allah. Tidak terima atas takdir Allah. Maka dosa besar yang akan kita dapat. Mau pilih yang mana gengs ? Kita tidak boleh berucap, Ya Allah kenapa begini ya Allah. Kenapa kau ambil dia duluan ya Allah. Kita juga tidak boleh berkata kepada si mayit, “Kenapa kamu pergi tinggalin aku sayang ??”. Percayalah kematian itu menghampiri tanpa si mayitpun tau kapan ajalnya tiba. Jadi percuma berkata seperti itu.



31 komentar :

  1. betul sekali mba. ini juga pernah banget saya alami ketika harus kehilangan anak saya dalam kecelakaan yang tiba2. shock memang. tapi benarlah kita harus percaya pada rencana yg diatas ya mba, insyaAllah apa yang ditakdirkan untuk kita adalah memang yang terbaik. semoga selalu diberi kekuatan ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa mbak saling menguatkan, selalu ada hikmah manis di belakangnya

      Hapus
  2. terharuuu banget bacanya mba. :( keinget pas papa meninggal thn lalu. sedihnya berasaaa banget, tp dari dulu aju jg diajarin, apapun yg ada di dunia inu, anak, suami, istei, harta benda, itu bukan punya kita. itu semua milik Allah. jd ga ada hak sedikitpun di kita utk menyalahkan yg di Atas ato menanyakan kenapa semua itu ditarik kembali. ituuu aja yg aku tanamkan dlm kepala. supaya setidaknya aku bisa gampang utk ikhlaskan kematian ato kehilangan orang2 yg aku sayangin :(

    semoga suami diberikan tempat yg terbaik ya mba Tuty :)

    BalasHapus
  3. Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un.
    Sesungguhnya, jiwa yang hidup, pasti merasakan kematian.
    Dan sebaik-baik kematian adalah yang husnul khotimah.

    Semoga Allah melapangkan kubur suami yaa, kak...
    Aamiin~

    BalasHapus
  4. Mata berkaca-kaca bacanya Mbak. Bisa bayangkan gimana pedihnya waktu itu. Semoga dimudahkan semuanya ya Mbak. Suami diberi tempat mulia di sisi Allah.

    BalasHapus
  5. Stay strong ya Mbak... Ikhlas itu nggak selalu mudah, tapi kembali lagi, kita semua milik-Nya & akan kembali kepada-Nya...
    Nice share. Aku jd teringat rasanya kehilangan ibu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa betul mbak, kita semua milikNya dan akan kembali padaNya

      Hapus
  6. Kakak... virtual hug to you.. kehilangan orang tersayang memang itu sangat menyakitkan, tapi memang kita harus yakin dan percaya.. bahwa semua yang terjadi sudah atas kehendaknya.. InshaAllah yang terbaik ya ka.. memeng tidak mudah untuk kembali bangkit, pundak aku selalu ada untukmu kakak

    BalasHapus
  7. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah yaa Tuty :') aku blm kebayang kalo ditinggal suami, tapi yg pasti memang harus ikhlas dan doakan yg terbaik ya... ga boleh sampai terpuruk krn sudah ketetapan Allah...

    BalasHapus
  8. Setuju. Even berat sama kt tp sebenernya mereka yg udah berpulang udh lbh bahagia, ngga pusing mikirin hidup dan segala perintilannya.

    Pelukkk hangat untukmu sayang. Pelangi ngga bisa muncul kalau ngga ada ombak. Kupu2 lahir setelah penantian dan keheningan. Tsahhhhh.

    BalasHapus
  9. Kak Tuty, aku masih terharu sampai detik ini. Sungguhlah kamu kuat sekali menjalani hari demi harinya. Semoga Allah selalu menguatkan dan memberimu kebahagiaan selalu ya kak :)

    BalasHapus
  10. Sy juga merasakan sama, betapa sakit dan sakit ditinggal suami tersayang...
    Tp Alloh tdk memperbolehkan kita utk berlarut" dlm kesedihan...
    Kt dpt mengambil hikmahnya.. Kt yg ditinggal duluan, berarti masih diberi kesempatan utk memperbanyak amal ibadah. sewaktu" kt juga dipanggil menghadap Nya..
    Perbanyak do'a dan sedekah utk alm suami kt...
    Semoga kt termasuk golongan umat yg selalu bersabar... Amiiin yra

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin aamiin. Betul sekali mbak, bukan berarti suami meninggalkan kita, hanya saja dia berangkat duluan. Kita juga nantinya akan menyusul beliau. Fokus kita sekarang adalah banyak mengumpulkan bekal

      Hapus
  11. Sama seperti yang aku alami, suamiku meninggal di usia 32th, usia pernikahan kita 5th 3 bulan, ak dikaruniai anak laki2 umur 4,5th dan saat ini aku hamil 6,5bulan
    Suamiku meninggal ketika aku bangunkan waktu subuh, sebelumnya tidak sakit tidak apa dan tidak ada firasat apa apa
    Sy sudah ikhlas, tapi saat teringat masih selalu menangis
    Semoga almarhum suami meninggal dalam keadaan husnul khotimah dan ditempatkan di surga Allah
    Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin aamiin mbak. Peluk jauh ya. Masih menangis di tahun pertama masih wajar kok menurutku asal menangisnya tidak histeris sampai meraung-raung. Terkadang menangis bisa mengurangi beban mbak, apalagi menangis di atas sajadah sambil dzikir lalu setelah itu minta diberi kekuatan hati sama Allah. Insyaallah lebih kuat mbak.

      Hapus
    2. Terima kasih
      Suami meninggal tgl 17 juli 2020, jadi luka itu masih ada
      Rasa belum terima kadang muncul saat teringat almarhum suami
      Apalagi saat anak pertama mau tidur dan bangun tidur, pasti pandanganya kosong
      Tapi anak saya hebat, dia mampu menutupi kesedihannya di depan ku

      Hapus
    3. Iya mbak, selama masa iddah itu memang sangat berat, terus bergelut berkecamuk perasaan di dalam hati. Percaya deh mbak pasti bisa melaluinya seiring berjalannya waktu. Semangat mbak !

      Hapus
  12. Suamiku meninggal 6 juli 2020, meninggalkan aku dan anakku yang berumur 1th. Hari hari yang begitu berat skr, aku jarang menangis. Tp fisik tak bs dibohongi . Dadaku sakit..tubuhku perih smua. Semoga aku bisa melewati ini smua

    BalasHapus
    Balasan
    1. bismillah mbak pasti bisa melalui semua ini. Minta kekuatan sama Allah. Anak mbak pasti lucu, jadikan ia sebagai penyemangat hidup mbak.

      Hapus
  13. Aq juga baru saja mengalaminya mba.. Sangat berat. 15 juli 2020 suami ku dipanggil allah utk selamanya karena kecelakaan. Terkadang aq merasa bahwa aq sdh ikhlas krn ini takdir allah. tp terkadang aq merasa tdk kuat atas cobaan ini sehingga sesekali aq Browsing kalimat2 penyemangat dan saudara2 yang mengalami hal serupa utk saling menguatkan. Semoga kita semua diberikan kekuatan, ketabahan, kesabaran dan keikhlasan atas segala cobaan

    BalasHapus
    Balasan
    1. *peluk jauh. Terus semangat mbak, mbak pasti bisa melewati ini semua. Kita adalah wanita spesial pilihan Allah. Percayalah mbak pasti bisa melewati ujian ini dengan baik, waktu yang akan menyembuhkan luka itu mbak. Kita hanya perlu terus berdoa untuk tetap sabar dan terus mendoakan alm.

      Hapus
  14. Assalamualaikum mba suami sy br meninggal 1 september 2020 krn kecelakaan,dan jiwa ini msh rapuh,,,tp sy hrs kuat dan iklas untuk merawat anak2,mohon do'a dan masukan nya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikumsalam mba, *peluk jaauhhh. Bismillah mbak bisa kuat, sabar, tegar demi anak2 juga. Yakin deh mbak pasti bisa melalui cobaan berat ini karena mbak adalah wanita hebat pilihan Allah. Perbanyak istigfar dan baca Al-Qur'an mbak, minta dikuatin hati sama Allah

      Hapus
  15. Assalamu'alaikum
    Saya baru sebulan ini, hidup tanpa didampingi suami tercinta. Berat, pasti. Kesedihan saya masih sangat mendalam. Dan yang membuat saya sedih itu saat mengingat bahwa suami saya mengalami kecelakaan saat membawa mobil travel,lalu di bawa ke RS purwakarta, Dan meninggalpun disana, tanpa ada orang terdekat yg mendampingi beliau saat sakaratul maut. Kecelakaan terjadi sekira pukul 00.51 dinidini hari. Dan saat itu, saya di rumah tidak bisa tidur, saya ingin tlp tapi saya berpikir, takut mengganggu. Lalu tiba-tiba saya gelisah, cemas,pikiran kemana-mana. Sekitar jam 01.30 dini hari itu, mendadak aroma wangi, harum seperti bunga tp juga seperti minyak kesturi atau apa gtu, menguar di dalam kamar. Saya langsung deg, apa ini ya? Saya coba mencari sumber aroma wangi itu tapi tidak ada. Lantas Saya membaca Suratan pendek, Surat yang Saya hafal. Tiba-tiba pikiran Saya sangat semrawut Dan yang terlintas adalah suami Saya Dan Kain Kafan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walaikumsalam mbak Ayu, *peluk jauh. Ikatan batin suami istri memang kuat yaa mbak. Akupun sebenarnya kalau diingat mundur ke belakang, firasat kehilangan suami mulai muncul sejak 6 bulan sebelum alm pergi. Bahkan 3 hari sebelum dan saat terakhir di ICU aku sudah tau dia akan pergi. Seperti ada seseorang yang membisikkan di kupingku. Aku sudah nangis sesenggukan duluan. Lalu saat dokter rilis berita kematian aku sudah tidak begitu shock. Insyaallah kita adalah wanita hebat pilihan Allah, kita bisa melalui cobaan ini.

      Hapus

Back to Top