Translate

Senin, 19 Februari 2018

Madrasah Ben Youssef, Marrakech


Kalau kamu mengunjungi Marrakech, Madrasah Ben Youssef  merupakan destinasi wajib yang perlu kamu kunjungi. Tempat ini merupakan ikon Marrakech. Arsitektur bangunan ini sangat indah, detail dan lantai keramiknya berwarna – warni. Sebetulnya menurutku corak keramik yang berwarna – warni ini mirip dengan yang ada di Istana Al Hambra Spanyol. Sedikit Informasi, pada jaman dahulu muslim Spanyol yang tersisih melakukan hijrah ke Maroko. Mungkin hal ini yang mempengaruhi persamaan coraknya ? (Sok tau deh ah hehhee)



Sejarah singkat mengenai Madrasah Ben Youssef
Ben Youssef Madrasa adalah sebuah perguruan tinggi Islam di Marrakech, Maroko, yang dinamai menurut nama Sultan Almoravid Ali ibn Yusuf (memerintah 1106-1142), yang memperluas kota dan pengaruhnya secara signifikan. Ini adalah madrasah terbesar di seluruh Maroko.



Kampus ini didirikan pada periode Marinid (abad ke-14) oleh sultan Marinid Abu al-Hassan dan bersekutu dengan Masjid Ben Youssef di sekitarnya. Pembangunan madrasah tersebut dibangun kembali oleh Saadian Sultan Abdallah al-Ghalib (1557-1574). Pada tahun 1565 karya-karya yang diperintahkan oleh Abdallah al-Ghalib telah selesai, seperti yang dikonfirmasi oleh prasasti di ruang sholat. 130 sisik asrama siswa-nya berkerumun di sekitar halaman yang diukir dengan indah di cedar, marmer dan plesteran. Ukiran tersebut tidak mengandung representasi manusia atau hewan seperti yang dipersyaratkan oleh Islam, dan seluruhnya terdiri dari prasasti dan pola geometris seperti desain bintang dan kelopak dalam pekerjaan zellige. Madrasah ini adalah salah satu perguruan tinggi teologi terbesar di Afrika Utara dan mungkin menampung sebanyak 900 siswa. Salah satu guru yang paling dikenal adalah Mohammed al-Ifrani (1670-1745).



Lokasi
Ben Youssef Madrasa terletak di medina utara dan sepuluh menit berjalan kaki dari Jemaa El Fna. Perhatikan saja plang – plang penunjuk jalan yang terdapat di Jemaa El Fna atau kamu bisa bertanya ke pedagang disana. Jalanan di pasar memang agak membingungkan seperti labirin hehehe.




Harga Tiket : 25 DH. Kalau tidak salah ini harga untuk turis lokal. Yeah aku memang sering dikira orang Maroko kalau berdandan lengkap dengan bulu mata tapi kalau polos tanpa makeup ketahuan bukan orang lokal. I don’t know why hehheee. (Update) Aku cek di web harga normal tiketnya 40 DH.

Lantai dasar


Tangga menuju lantai 2





Hendak menuju aula terbuka

Aula Madrasah
Ruangan terbuka terdapat kolam pada bagian tengah. Namun saat kami kesana kolamnya kering. Melihat motif keramik pada dindingnya langsung jatuh cinta. So here are spam foto kami hehehe.




Di depan pintu saat baru memasuki aula terbuka

Di depan kolam yang kering















Area Shalat


Mihrab





Lantai 2 - Asrama Murid


Semua dinding penuh dengan ukiran




Teman maroko kami yang menjadi guide tour dadakan hehhee

Di depan pintu kamar asrama

Jendela dari kamar - kamar siswa yang cukup sempit

Tips
Tips berkunjung kesini adalah datanglah pada pagi hari. Karena semakin siang pengunjungnya semakin banyak. Para tur wisata pasti akan membawa para turis kesini dan rombongannya pasti selalu banyak. Jadi kalau penuh, agak susah untuk berfoto ria tanpa ada gangguan orang lain hehehe. Padahal kan tempatnya sangat cantik sekali untuk berfoto ria.



Keluar dari Madrasah kamu akan disambut oleh belasan guide local Maroko yang menawarkan destinasi wisata lain yang dekat dengan daerah situ. Malah ada yang menawarkan paket tur Gurun Sahara. Trust me, itu jauh dari Marrakech. Bujuk rayu mereka memang sangat banyak. Cukup katakan ‘La ! La ! La! Syukron !’yang artinya ‘Tidak ! Tidak ! Tidak! Terima kasih!’ lalu pergi saja menjauh. Nanti tetap akan ada guide yang masih mengikuti kamu cukup lemparkan senyum sambil bilang syukron.

Back to Top