Translate

Jumat, 31 Agustus 2018

5 Things You Should Do If You Only Have One Day In Marrakech

Marrakech adalah kota yang terletak di negara Maroko, Afrika Utara. Marrakech mendapat julukan sebagai kota merah karena sebagian besar bangunan disini dicat dengan warna merah bata. Kalau kamu hanya memiliki waktu satu hari saja untuk mengexplore Marrakech, berikut ada 5 hal yang harus kamu lakukan. 




1. Cuci Mata di Pasar Jemaa El Fna
Ikon Marrakech yang paling popular. Merupakan pasar tradisional yang sangat besar. Banyak hal yang bisa kamu temukan disini, mulai dari tempat makan, atraksi jalanan Maroko seperti ular, permainan music suku barbar, toko sepatu, baju hingga berbagai khas souvenir Maroko. Buat kamu yang sangat suka bling – bling dan colourfull pasti betah banget disni. Harga di Marrakech sangat bervariatif, ada yang standard namun ada juga yang sangat diupgrade jauh sekali melebihi harga aslinya alias mahal banget. Jadi jangan khawatir untuk tawar menawar. Jumlah toko disini sangat  banyak sekali namun tiap toko memiliki koleksi yang berbeda. Hal ini dikarenakan karena terkadang barang asli maroko dibuat handmade dan hanya dibuat 1 pcs jadi jarang sekali menemukan barang yang sama.



2. Minum jus di kedai khusus jus Jemaa El Fna
Marrakech itu sangat terik matahari, panasnya melebihi Jakarta menurutku. Aku sempat saltum saat kesini. Karena di kotaku Safi udaranya masih sangat dingin, jadi aku memakai sepatu boots tinggi yang lumayan menghangatkan kaki. Setelah sampai Marrakech ternyata panas jadi aku tidak betah memakai boots tinggiku. 


Di tengah teriknya Jemaa El Fna, kamu mesti coba minum jus jeruk yang tersedia di gerai - gerai jus ini. Gerainya itu berupa kereta kencana tanpa kuda yang terletak di tengah pasar. Harganya murah yaitu 10 DH dan kamu dapat segelas besar jus. Jus jeruk di maroko sangat segar karena tanpa penambahan gula, jadi murni air jeruk saja. Sayangnya gerai - gerai jus ini tidak menyediakan tempat duduk, jadi kalau mau minum mesti berdiri.

3. Makan Tagine (baca tajin)
Tagine merupakan makanan khas maroko. Tagine bisa berupa daging, ayam atau ikan. Tagine itu pengolahan makanan dengan cara dikukus dengan bumbu minyak zaitun. Rasanya enak, namun sayang kurang pedas hehehe. Kalau mau makan tangine yang tidak terlalu mahal, jangan beli di restoran di tengah pasar Jemaa El Fna, kamu bisa melipir ke gang - gang luar Jemaa El Fna. Harga disana lebih murah sekitar 30 DH – 50 DH.

Tagine Ayam

Tagine Daging
      4. Makan Ayam Bakar
Kalau lidah kurang pas dengan Tagine, kamu bisa makan ayam bakar yang rasanya mendekati ayam bakar di Indonesia. Enak namun akan lebih nikmat lagi kalau memakai sambal, jangan lupa bawa saos atau bon cabe yaa kalau ke maroko hehehe. Tempat makan ini outdoor, tempatnya berada di luar pasar Jemaa El Fna. Selalu penuh dengan pelanggan mulai dari warga lokal hingga bule. Harganya juga murah menurutku. Aku lupa nama tempat makannya apa, karna memang plangnya sangat kecil. Kalau kamu berada di Jemaa El Fna, kamu jalan hingga ke ujung pasar yang ada toko ‘Solo’. Toko Solo ini toko fashion besar dan board tokonya berwarna merah menyala. Sangat eyecatching. Setelah ketemu toko Solo, kamu jalan terus lalu menyebrang menjauh dari Jemaa El Fna, setelah jalan kira- kira 50 m,kamu  akan melihat tempat makan outdoor yang sangat ramai di sebelah kanan. That’s the place !


1    
      5. Madrasah Ben Youssef
Dulunya tempat ini digunakan sebagai madrasah namun sekarang sudah tidak lagi dan dibuka untuk umum. Tiket harga masuknya dipatok 25 DH per orang. Arsitektur disini memang sangat indah, penuh ukiran-ukiran islami dan juga corak keramik di lantai yang full warna. Waktu aku kesini lebih banyak bule eropa dibanding warga local yang berkunjung.Teringat cerita pada jaman dahulu orang-orang Eropa terkesima dengan keindahan ukiran islami. Ukiran – ukiran disini memang sangat detail. Menurutku hal ini seperti menggambarkan agama islam yang memang detail dalam mengatur kehidupan umatnya.Segala seusatu ada dalil dan hukumnya. 

Update : Sayang sekali tempat ini sekarang ditutup untuk dilakukan renovasi. Lama renovasi diperkirakan hingga dua tahun.





Sebenarnya memang aku juga kurang puas dengan explore marrakechku kali ini karena aku tidak menginap. Jarak Safi tempat tinggal kami ke Marrakech sekitar 3 jam. Jadi sudah kelamaan di jalan, 6 jam bolak - balik hehehe. Yeah pak suami hanya punya waktu libur sehari saja jadi belum memungkinkan untuk jalan - jalan santai.



Back to Top