Translate

Selasa, 23 Januari 2018

Yerebatan Sarayi, Istana Tenggelam. Museum Bawah Tanah Dengan Kepala Medusa

Destinasi wisata ini tidak pernah aku dengar sebelumnya. Aku mendapatkan rekomendasi tempat ini dari pemilik restoran Urfadan, tempat kami  makan malam dengan Ergin Anly dan keluarganya. Dia bilang tempat ini tak biasa dan indah karena terletak di dalam bawah tanah. So, besoknya setelah dari Hagia Sophia kami langsung mencari tempat tsb. Saat menanyakan tempat ini kepada orang – orang sekitar aku hanya menyebutnya Underground Museum karena aku lupa nama dalam Bahasa Turkinya. Ternyata namanya adalah Yerebatan Sarayi.




Harga Tiket
Sayang sekali Museum Pass tidak berlaku di tempat ini. Kami harus membayar 20 TL per orang untuk masuk ke museum ini. Mungkin karena alasan ini juga kali ya tempat ini jadi sepi turis. Tempat ini tidak seramai Hagia Sophia dan The Blue Mosque yang berdekatan lokasinya dengan Museum ini.

Sejarah Singkat Yerebatan Sarayi
Yerebatan Sarayi atau Basilica Cistern adalah penampungan air pada jaman Romawi yang terletak di bawah kota Konstantinopel. Bangunan ini dibangun pada abad ke-6 pada masa pemerintahan Kaisar Byzantium Justinian I dengan total pekerja sebanyak 7000 orang. Tempat ini mampu menampung 100.000 ton air pada masanya, namun saat ini tingginya hanya beberapa meter air saja.



Ikon dari tempat ini adalah adanya patung Medusa. Medusa adalah dewi Yunani kuno yang digambarkan memiliki rambut ular dan siapa saja yang menatap matanya maka seketika berubah menjadi batu. Patung medusa terletak di bawah pilar. Asal patung kepala medusa tidak diketahui, meskipun diperkirakan patung kepala dibawa ke sumur setelah dikeluarkan dari bangunan periode Romawi akhir. So masih jadi misteri nih ceritanya girls.




Istana Tenggelam
Karena letaknya yang dibawah tanah dan terdapat genangan air di dalamnya maka tempat ini juga sering disebut istana tenggelam. Pilar – pilar marmer yang kokoh dan besar menjulang ke atas membuat tempat ini terlihat megah. Penerangan istana berupa lampu kuning kecil yang ditempatkan di setiap bagian bawah pilar. Suara gemericik air berpadu dengan alunan musik  klasik misterius menjadikan tempat ini so magical.  Kita berjalan diatas jembatan. Di bawahnya kita bisa melihat genangan air beberapa meter dan terdapat banyak koin. Kalau kamu beruntung kamu juga bisa melihat beberapa ikan yang berenang – renang.

Okay sebenarnya sedikit seram sih. Lantai istana ini basah dan pilar – pilarnya juga terlihat basah terdapat air yang rembes dari atas sepertinya. Lembab dengan lampu remang – remang dan alunan musik misterius rasanya seperti berada di tempat angker, atau tempat jin. Tempat ini sebenarnya luas, tapi kami tidak tertarik untuk menjelajah semua. Hamparan bangunan ini  seperti labirin berkotak – kotak.



Jika kamu menonton film Inferno, istana ini menjadi salah satu set pengambilan gambar. Diceritakan di film, pada hari itu Yerebatan Sarayi dijadikan lokasi penampilan acara musik orchestra. Para pemain orchestra bermain di lantai yang terendam air sedangkan para tamu berada di atas jembatan – jembatan. Alunan musik yang pasti menggema pasti keren ya kedengarannya. Mungkin jika kamu mau kesini bisa cari info tentang jadwal pagelaran music tsb. Pastinya jadi menambah daya tarik untuk berkunjung kesini selain melihat patung medusa saja.

Berfoto Ala Keluarga Kerajaan Ottoman
Begitu kamu masuk Yerebatan Sarayi, ada booth foto yang unik. Kamu akan difoto oleh photographer dengan menggunakan busana ala keluarga kerajaan Ottoman dengan set seperti ada di ruang tamu Topkapi Palace.



Sebenarnya berfoto dengan gaya seperti ini tak hanya ada di Yerebatan Sarayi. Aku juga melihat beberapa studio menawarkan hal yang sama di Grand Bazaar. Tapi harganya lebih murah di Yerebatan Sarayi dan lagi background yerebatan sarayi yang gelap misterius menjadi nilai plus tersendiri.



Pilihan baju dan aksesoris lumayan banyak. Sebalnya, sesi pemotretan kami berlangsung sangat kilat. Jadi aku belum melihat semua isi lemari mereka dan aksesoris yang mereka punya. Aku kurang menikmati sesi foto – fotonya. Pak suami itu orangnya panikan, takut banget telat. Flight kami kembali ke Maroko adalah jam 6 sore tapi jam 11 siang pak suami sudah was – was untuk segera berangkat ke Airport. Jadi beliau minta untuk sesi pemotretan dilakukan secara kilat. Langsung jeprat jepret aja. Padahal sebenarnya kamu bisa request gaya begini begitu lho.



Harga yang ditawarkan memang agak mahal menurutku tapi worth it to try. Kami ambil full package dimana bisa mengambil softcopy dalam bentuk CD, 1 cetakan kanvas kecil untuk pajangan di meja, 1 cetakan canvas yang lebih besar untuk pajangan di dinding dan 1 cetakan dengan bingkai foto yang ada lampunya. Semuanya high quality.




Photografer dan penata gayanya juga bagus, mereka benar – benar memperhatikan modelnya. Sering membenarkan baju, letak property agar terlihat bagus di kamera. Jadi tidak asal jeprat jepret ya. Sesekali pak Photografer memperlihatkan hasilnya dulu di kamera kalau bagus lalu lanjut foto kembali dengan gaya selanjutnya. Hanya saja karena print canvas ini membutuhkan waktu, sebaiknya kamu berfoto dulu baru menjelajah isi Yerebatan Sarayi.


Back to Top