Translate

Minggu, 26 November 2017

Bosphorus Tour. Liburan Ke Turkey Day 1

Jalan – jalan kemana kalian weekend kali ini? Well, aku nggak kemana – mana juga sih tapi aku mau flashback sambil sharing pengalaman aku waktu jalan – jalan ke Turki. Blogpost kali ini aku akan cerita hari pertama aku menjelajah turki. Kalau kamu ke Istanbul Turki jangan lupa memasukkan Bosphorus Tour ke dalam bucket list kamu. Kenapa? So let’s talk about it.




Hari pertama menjelajah Turli kami ditemani oleh Jennifer, adiknya mbak Sinta. Karena rumah mereka cukup jauh dari hotel kami, maka jennifer baru tiba di hotel sekitar jam 11 siang. Mendekati makan siang, akhirnya pak suami mengajak untuk langsung makan siang saja di Warung Nusantara. Yups, inceran utama suamiku ke Turki adalah makan mie ayam bakso. Kebetulan tempatnya tidak jauh dari hotel kami.



Warung Nusantara adalah tempat makan khas Indonesia. Pemiliknya seorang wanita asli Indonesia yang menikah dengan pria Turki. Pelayan dan koki disini juga asli orang Indonesia. Tak hanya itu bahkan kaleng kerupuknya pun langsung diterbangkan dari Indonesia. Tempat yang dipilih juga sangat strategis yaitu pas di depan halte Merkez Efendi Tram Station.



Mata suamiku berbinar-binar saat akhirnya selama 2 tahun belum bisa pulang ke Indonesia, akhirnya bisa makan makanan yang Indonesia banget. Mie ayam bakso dengan kerupuk bulat plus es teh manis. Rasa makanannya enak, aku pesen bakso dan suamiku pesan mie ayam bakso. Menu yang tersedia disini juga beragam mulai dari nasi goreng sampai sayur asem juga ada.


Setelah makan, kita lanjutkan perjalanan menggunakan tram ke Selat Bosphorus. Transportasi di Turki sangat nyaman, bersih dan sangat terawat kendaraannya. Jennifer bilang sebagai turis lebih baik kita membeli Istanbul Card. Kartu ini bisa digunakan untuk semua jenis transportasi di Istanbul, mulai dari bis, tram hingga metro. Namun kamu tetap waspada ya dalam angkutan umum. Aku hampir kecopetan di tram. Alhamdulillah Allah kasih pertolongan, aku sadar saat dompetku hilang lalu langsung bilang ke Jennifer. Jennifer lihat dompetku sudah jatuh di lantai dan sedang diinjak oleh pencurinya. Dompetkupun balik dengan utuh, uang, pasport buku nikah, KTP, semua kartu atm. Ooohh gak kebayang kalau hilang bagaimana kita bisa pulang ke Maroko.

Bosphorus tour atau kalimat kerennya, ‘Menjelajah Eropa – Asia hanya dengan 1 jam saja’ adalah tour di atas kapal ferry mengelilingi daratan Turki dari bagian Eropa lalau ke Asia. Ada banyak jenis tur yang ditawarkan. Mulai dari yang paling singkat yaitu 1 jam, setengah hari dan full seharian. Untuk kisaran harganya aku benar - benar lupa, maaf yaaa tidak bisa kasih kalian info.



Karna kami sampai di Selat Bosphorus  sudah jam 2 siang, jadi kami ambil paket tur yang paling singkat. Waktu sampai selat,  kapal baru saja jalan. Jadi kami naik kapal baru lagi yang masih kosong. Kami menunggu sekitar 1,5 jam sampai kapal terisi penuh baru kemudian tur dimulai.



I'm so excited jadi kurang memperhatikan narasi yang terdengar dari Toa kapal. Aku cuma ingat nama bangunannya tapi sejarah dibelakangnya aku lupa hehehhee. So here are some pics from Bosphorus Tour.

Istana Dolmabahce



Istana ini dibuka untuk umum. Karena kami mengambil paket yang paling sebentar jadi kami tidak skalian mampir ke dalam. Kalau kamu ambil paket yang full day, kamu bisa mengunjungi istana ini. Next time kalau aku ke Turki lagi aku mau masuk ke istana ini.

Masjid Ortakoy



Masjid cantik yang terapung di atas air. Masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Ottoman. Aku ingin merasakan bagaimana syahdunya shalat sambil mendengar demburan ombak. Semoga suatu saat bisa kembali ke Istanbul lagi aamiin.

Jembatan Muhammad Al Fatih


Mendengar nama Muhammad Al Fatih selalu berdecak kagum. Pemuda yang berhasil membebaskan kota Konstantinopel lalu menggantinya menjadi Istanbul di usia yang baru 19 tahun. Umur 19 tahun, aku lagi apa? Masih galau galau masalah cowok mungkin hahahaa. Nama beliau diabadikan apada jembatan ini.

Benteng Rumelihiseri



Bukit Asia

Pada awal perjalanan tadi kita berangkat dari bagian Eropa Turki, nah kali ini bagian Asia Turki. Banyak terdapat villa dan hotel di pinggir laut. Gemes banget deh bangunannya lucu - lucu. Warnanyapun lucu malah aku lihat ada beberapa yang seperti rumah barbie. 









Sore harinya kami diajak santai sejenak di daerah Sultan Ahmed. Jenniferpun mengajak kami makan di tempat makan yang sudah melegendaris di sekitar sini. Makanan andalannya adalah koftecisi. Sebenarnya makanannya hampir sama dengan yang di Maroko. Di Maroko namanya kefta, nah kan namanya juga mirip. Hanya saja bedanya di Maroko dagingnya kering sedangkan di Turki sedikit basah. Rasanya lebih enak koftecisi selain itu makannya ditemani oleh sambalnya yang super pedas. Tak ada yang pedas-pedas nih kalau di Maroko.





Malam hari di Turki lebih dingin dibanding Maroko. Padahal sudah masuk musim semi yang harusnya sudah tidak menusuk lagi dinginnya. Untung aku bawa jaket winterku hehehe.



Back to Top