Translate

Jumat, 22 Januari 2016

Pulau Pahawang, Lampung

Heyhooo…
Post kali ini berbeda dengan biasanya karena aku tidak akan membahas tentang makeup atau skincare. Aku akan berbagi cerita saat aku mengunjungi Pulau Pahawang Desember lalu. Wohooo…!!! Pulau cantik ini harus masuk ke dalam wishlist kamu nih !




Pulau pahawang itu terletak di Provinsi Lampung. Aku kesana bukan bersama teman – temanku melainkan bersama rombongan teman – teman ibuku. What ?? Yuuppss sebenarnya yang punya acara ke Pulau Pahawang adalah rombongan ibuku. Aku hanya ikut  karna memang saat itu aku sedang sakit asma. Aku punya asma dan beberapa hari ini tepatnya sudah seminggu lebih asmaku masih saja muncul walau sudah minum obat dan diuap, namun masih belum sembuh total. Biasanya kalau seperti ini akau akan main ke pantai. Pantai adalah obat natural bagi penderita asma. Kondisi badanku saat berangkat adalah badan masih panas, batuk dan sedikit sesak. Maksain? No.. Karna aku yakin begitu mencium bau pantai akan berangsur pulih.

Untuk budget aku tidak bercerita banyak. Kami memakai jasa travel yang harganya lumayan wow yaitu sekitar Rp 700.000. Untuk paket regular sebenarnya hanya dikenakan biaya Rp 500.000. Yahh karna saya ikut dengan rombongan ibu – ibu paruh baya yang tidak mau ala backpacker, jadi lha fasilitas yang dipakai berbeda, lebih ‘wah’ dan yang terpenting apa-apa tinggal duduk manis, hehehe… Aku aja nggak pernah bawa tas sendiri, selalu ada yang bawain bak putri raja, mau apa tinggal diambilin. Liburan manja deh ini. Apalagi guide nya walau masih muda (tidak jauh berbeda umurnya denganku namun tingkat kesabaran meladeni ibu2 yang riweuh aku acungin jempol).

Hari ke-1
Kami dijemput dengan menggunakan elf di meeting poin dekat rumah kami. Mulai berangkat jam 10 malam. Aku memilih duduk paling belakang. Elfnya super nyaman beda dengan elf pernah aku tahu. Berharap di perjalanan bisa tidur, ternyata tidak. Oooww supirnya, dia bawa mobil bukan ngebut lagi tapi seperti terbang. Kalau duduk paling depan, so pasti udah ngeri banget itu lihat jalanan. Ternyata supirnya asli orang lampung men, tipikal nyetir orang Sumatra begitu yaaa dashyat macam too fast too farious !! Sampai ferry, wahh ini enak bgt deh ferry nya. Kecil, nyaman dan untungnya sepi. Ruangan untuk tidurnya sangat dingin AC nya, jika turun ke ruangan duduk biasa, kursi yang disediakan seperti kursi di pesawat dengan di depannya seharusnya ada live music. Di dek atas ada ayunan untuk anak kecil dan ada ruang bioskopnya. Hanya bayar Rp5000 saja kamu udah bisa nonton bioskop yang filmnya gak jadul2 amat kok. Ruangannya juga lumayan bersih dan bagus dengan kursi bioskop ala XXI yang berwarna merah.

Tempat duduk di ferry


Hari ke-2
Saat subuh kami sampai di pelabuhan Bakauheni. Kami sarapan di rumah makan padang tak jauh dari pelabuhan. Yuupp pagi – pagi udah makan nasi padang dan aku tentunya pesan menu andalan yaitu rendang dong ! Enak sekali pemirsa!! Lalu perjalanan dilanjutkan ke pelabuhan ketapang. Well, kali ini supirnya tambah ngebut girls ! OMG ! Mungkin karna perut sudah kenyang, tenaga jadi full lagi ! Jalan yang kami lalui tidak semulus jalan Jakarta. Berlubang disana-sini dan supirnya seperti tidak pernah menginjak rem, alhasil aku yang duduk di belakang loncat – loncat terus terpental sana - sini, hahaha…

Begitu sampai pelabuhan ketapang, aahh aroma pantai ! Aku langsung menarik nafas dalam- dalam dan seakan waktu berhenti sejenak. Aku merasakan seperti energi baru masuk ke dalam tubuhku, melalui udara lalu masuk ke pembuluh darah. Yess I feel better ! I get recovery so fast !!

Langsung ganti baju dan bersiap – siap untuk snorkeling tanpa mandi dahulu hehehe… Lalu berangkatlah kami dengan perahu nelayan menuju pulau pahawang. Di dalam perahu aku tak henti – hentinya menutup mata sambil bernafas dalam – dalam dengan tangan aku biarkan mengenai air laut. Penyembuhan asma sedang berlangsung kawan.

Spot snorkeling pertama adalah Pulau Kelagian. My asma? Udah sembuh total, badanku udah tidak panas lagi, batuk hilang dan sudah tidak sesak sama sekali. Woohooo… !!
Byuurrr…!!! Wooww airnya sedikit dingin. Air lautnya sangat bening, sebenarnya tanpa kita harus snorkeling,kita sudah bisa melihat gugusan terumbu karang di bawahnya. Snorkeling memang sangat seru. Namun karna aku punya asma, aku tidak bisa terlalu lama snorkeling. Sekali – kali aku pasti naik lagi ke kapal untuk beristirahat sejenak. Ikan- ikan senang sekali memakan lumut yang berada di bawah perahu kami. Jadi walau di perahu, tetap mendapat pemandangan indah dari ikan – ikan cantik berwarna – warni.

Kami singgah ke Pulau Kelagian Lunik untuk makan siang. Pulau tak berpenghuni ini sangat kecil dan hanya ada satu warung saja disini. Kami makan nasi kotak yang dibawa dari pelabuhan ketapang. Sedangkan warung ini hanya menjual mie instan saja, bahkan es kelapa pun tidak ada. Kurang banget yaa leyeh – leyeh di pantai tanpa minum air kelapa. Pemandangan dari pantai ini begitu indah, laut yang berwarna hijau dan kebiruan dengan pasir putih yang begitu halus. Airnya pun jernih. Sayang sekali ada beberapa sampah plastik, untungnya hanya beberapa.

My mom

My mom & brother

Tarik nafas dalam - dalam. Inhale exhale....

Sayang sekali cuaca mendung

Pasirnya lembut banget

Seharusnya kami lanjut snorkeling ke spot kedua. Namun karna hujan mulai turun, kami langsung menuju ke homestay kami di pulau pahawang. Begitu sampai homestay, hujan mulai reda, karna baru jam 2 siang, kami akhirnya memutuskan untuk snorkeling kembali. Kali ini tidak semua rombongan ikut, karna ada ibu – ibu yang sudah mabok laut.

Spot berikutnya ternyata sangat cantik. Di sepanjang pinggir pantai terdapat berbagai macam villa yang sangat unik. Ada yang  terbuat dari kayu dan berlantai 3 dengan semua dinding terbuat dari kaca. Beautiful. Kata guide tour kami, ini adalah resort mahal dengan minimal harga villa adalah 4jt semalam. Woow !! Kami hanya ‘numpang’ snorkeling di pantai dekat resort ini. Well, pulau ini sangat dijaga kebersihannya. Airnya begitu jernih dan bersih, aku tak melihat ada sampah sedikitpun di daerah sini. Ikannya juga sangat banyak, besar, agresif dan sangat kelaparan. Karna kalau kalian dari perahu lalu memasukkan tangan ke air maka tak lama kemudian ikan pasti akan menghampiri tangan kalian. Walau tangan kalian kosong alias tak ada apa-apa kalian akan tetap mendapat ciuman mesra dari para ikan. Di perahu kami tersisa satu bungkus nasi, tak disangka ikan – ikan sangat doyan dengan nasi putih. Ikan yang datang makin banyak dan mereka makin agresif berebut makanan. Sayang sekali tak ada satupun dari kami yang membawa kamera atau hp, semuanya ketinggalan di homestay dan entah kenapa kamera giude kami tiba – tiba error. Momen ini hanya bisa diabadikan di memori kami masing – masing saja. Ikan – ikan disini warnanya lebih ngejreng dibanding Nemo, ada yang bercorak fuschia dengan biru elektrik (corak favorite dan ikan ini sangat cepat geraknya), ada yang bewarna silver dan kuning, ada yang berwarna hijau emerald dan biru dongker, dll. So colourful !! Tak hanya itu coralnya juga beragam. Dari pengalamnku snorkeling ke pulau tidung dan nusa lembongan, spot disini juaranya. Ada koral seperti otak manusia, kipas, jelly tempat bersembunyinya nemo dan masih banyak lagi yang juga berwarna – warni. Aku juga melihat beberapa hewan (bukan ikan) di sekitar terumbu karangnya. Wahhh kalian harus kesini nih !

Aku tidak melihat sunset di pinggir pantai, aku lebih memilih untuk berada di homestay. Karna disini tidak ada listrik, jadi ya pasti sangat gelap gulita. Warga disini memiliki genset utuk menerangi rumah mereka. Homestay kami adalah rumah penduduk. Kami tidur di kamar, di tuang tamu dan di ruang keluarga. Sedangkan pemilik rumah dan keluarganya tidur di ruangan dekat dapur. Ya kami tidur seatap. Homestay disini tidak banyak. Sepertinya pulau ini menjadi tujuan pariwisata belum lama ya, karna di sekitar sini juga tidak ada yang menjual pernak pernik khas pulau pahawang atau cinderamata.
Dermaga pulau pahawang

lagi cari sinyal
Walau disediakan makanan oleh pemilik homestay namun aku lebih tergiur dengan indomie kari ayam, hehhe… Saat malam tiba, rombongan lain dari tur kami ada yang menyalakan kembang api. Kembang api ini lah satu – satunya hiburan warga disekitar sini. Semua orang ke pantai untuk menyaksikan kembang api besar dengan durasi beberapa menit ini. Melihat celoteh anak – anak kecil begitu kagum dengan kembang api dan terkesima olah drone salah seorang rombongan, membuat aku betapa bersyukur bisa menikmati hidup yang begitu indah ini. Terima kasih Ya allah karuniamu begitu besar kepadaku. Ah sinyal di pulau ini sangat buruk ! Kamu hanya akan menerima sinyal saat kamu berdiri di dermaga pantai ini. Begitu kamu balik ke homestay, bye bye deh ma sinyal. Fyi, aku memakai simpati.

Hari ke-3
Sunrise

Keesokan paginya, aku bermain di pantai. Aku menemukan bintang laut ! ini pertama kalinya aku melihat dan menyentuh langsung bintang laut di alam. Aku juga menemukan kepiting kecil berwarna putih bersih hampir bening dan berjalan  berlari sangat cepat. Selesai mandi dan makan, kami bergegas untuk snorkeling kembali lalu menuju pelabuhan ketapang untuk pulang.

Kangen suami -  seandainya dia bisa ikut kesini
Spot kali ini kurang bersahabat menurutku karna saat kita sampai tempatnya, sedang ada sekumpulan ubur – ubur sedang bermigrasi ? Well, pokoknya banyak sekali mulai yang ukurannya sangat kecil hingga sedang. Warnanya bening, jadi hampir tidak kelihatan namun aku memiliki ketajaman mata yang baik, jadi aku tidak mau turun lama – lama untuk snorkeling. Aku takut tak sengaja membunuh mereka, karna tadi aku tak sengaja meremas ubur – ubur. Entah itu ubur – ubur mati atau tidak karna aku spontan langsung membantingnya lagi di air. Untungnya tanganku tidak apa-apa. Tak lama kemudian kami pindah tempat, dan ternyata adikku dan guide turnya tersengat ubur – ubur sehingga kulit kakinya merah – merah dan bentol, kata adikku sih gatal.

Kamipun ke Pulau Pasir Timbul. Jadi, jika air laut sedang surut maka pulau ini akan timbul namun jika air pasang kembali maka pulau ini tidak ada. Air lautnya begitu bening. Yang menarik dari pulau ini adalah suhu airnya yang berbeda. Air laut di sebelah kiri bersuhu hangat sedangkan air laut di sebelah kanan bersuhu dingin. Air laut ini terpisahkan oleh pasir yang timbul diantara mereka.  Jenis pasirnya pun berbeda, ada yang pasir putih halus namun ada pasir bercampur pecahan batu karang yang lumayan sakit di kaki.

Pose ala - ala model

Can you spot the "love" cloud ?

Masih ala - ala model

jubah pendekar heheh

Lanjut ke spot snorkeling berikutnya ! Kami hanya 5 menit disini karna ternyata arus di dasar laut sangat besar dan gelombang ombak di permukaan juga lumayan besar. Salah seorang ibu langsung muntah karna mabok laut euy ! Iya karna ombaknya besar jadi guncangannya sangat berasa apalagi ini kan menggunakan perahu nelayan, jadi berasa banget naik turunnya. Kami akhirnya memutuskan untuk pulang. Di perjalanan, hujan turun sangat deras. Ini seperti badai mungkin, hujan deras dengan gelombang yang besar. Ibu – ibu di perahu sudah mulai panik, termasuk adikku. Beruntung  guide tour kami sangat relax dan berhasil menenagkan para ibu – ibu. Setelah sampai pelabuhan ketapang, kami baru tahu ternyata penyebrangan ke Merak sedang dihentikan karna sedang ada gelombang pasang. Well, tadi kami berada di tengahnya ya berarti. Kamipun akhirnya menunggu sore untuk menyebrang ke merak.

Perjalanan menyebrangi selat sunda ini sangat membosankan. Tak hanya kami mendapat ferry yang tidak sebagus saat berangkat, namun ferry ini juga sangat penuh dan lama sekali sampainya. Ini disebabkan oleh cuaca yang buruk. Lalu perjalanan merak – rumah akhirnya aku sudah mulai terbiasa dengan supir ‘melayang’ elf kami. Aku bisa tertidur pemirsa ! Sampai rumah jam 3 pagi!


Anehnya begitu sampai jakarta batuk – batukku kambuh lagi. I need more vitamin-sea !!


Back to Top