Translate

Minggu, 09 Agustus 2015

My Acne Story - Part 2



Butuh waktu cukup lama untuk bisa menceritakan perjalanan jerawatku ke publik dengan menunjukkan beberapa fotoku dengan jerawat yang banyak. Thats why aku baru publish cerita jerawat di tahun 2013. 



In reality, my acne worst than in image. However the camera isn't good cause i just use camera phone. Semua cerita tentang 'my acne story' kubuat hanya untuk dokumentasi pribadi. Semua produk yang kupakai belum tentu bisa berhasil di kamu, skincare itu cocok - cocokan ya. But i hope it can help to solve your acne problem too dear.

Akhirnya aku memutuskan berhenti perawatan dari dokter, kamu bisa baca cerita sebelumnya di post ini

Sekarang aku mencoba berbagai macam skin care di pasaran. Karna sedang booming Korean skin care, aku coba menggunakan beberapa brand dari korea. Mulai dari the face shop, Innisfree hingga Etude House.

sumber : google

 Aku menggunakan face wash dari the face shop herb day mung bean. Suka dengan hasilnya, kulit berminyak jadi lebih terkontrol. 

sumber : fanserviced-b.com

Untuk jerawat aku coba menggunakan patch jerawat dari Innisfree. Patch ini semacam tempelan bening yang ditempelkan di jerawat semalaman. Strip pertama ampuh di jerawat namun entah kenapa saat repurchase, strip keduanya tak ampuh lagi mengatasi jerawat. Akhirnya aku beralih ke etude clinic (reviewnya bisa lihat disini)


Sampai suatu hari, waktu yang benar – benar hectic datang.. SKRIPSI
Aku benar – benar berjuang menghadapi skripsi, demi target 4 bulan menyelesaikan skripsi. Aku ambil kuliah kelas karyawan karna aku masih bekerja di suatu perusahaan swasta. Senin – jumat aku bekerja, sabtu dan minggu aku kuliah. Itu jadwal normal. Sabtu minggu aku habiskan waktu di kampus dari pagi hingga malam (sampai perpustakaan tutup dan jadi penghuni terakhir perpustakaan). Hingga suatu hari yang sangat hectic datang, 2 minggu sebelum sidang skripsi aku dibuat shock oleh dosen pembimbing. Beliau baru ingat akan suatu perhitungan sederhana tapi berdampak signifikan pada hasil skripsiku. Beliau menyuruhku untuk memperbaikinya dalam waktu kurang dari 2 minggu jika ingin tetap ikut sidang putaran pertama yang jatuh pada bulan Ramadhan ini. Sumpah, seperti disambar petir saat itu ! Fyi, aku mengambil tema six sigma untuk skripsi. Untungnya aku diberi kemudahan, aku diperbolehkan hanya mengambil data dari kantor untuk sisa data 3 bulan. Perjuangan merombak skripsi pun dimulai. Seminggu pertama minta kerja shift 2. Di sela – sela kerja, aku sekalian mengambil data di ruang arsip. Aku harus menghimpun data 3 bulan terakhir dengan waktu sesingkat – singkatnya. Pulang kerja begadang sampai pagi untuk mengolah data. Sampai satu minggu terakhir, pagi  ke kampus, malam kerja. Iya aku shift 3 di kantor yang jam kerjanya dari jam 22.30 sampai jam 05.30 pagi. Pulang dari kampus langsung ke kantor, mau itu sampe kantor 7 malam atau jam 9 malam, langsung kerja. Kerjain jobdesc hari itu biar malamnya bisa buat tidur, hehehe.. Lumayan bisa tidur 3 – 4 jam di kantor. Fyi, aku kerja di daerah pulo gadung sedangkan kampusku di daerah meruya kebon jeruk dan aku menggunakan transportasi motor yang kira – kira memakan waktu 1,5 jam. Seminggu menjalani hari yang begitu padat, jam tidur kacau, begadang,makan sembarangan, jarang cuci muka sebelum tidur dan stress berlebih, akhirnya membuat jerawat makin bersemi. AKU CUEK! Demi skripsi ! Alhamdulillah semua terbayar dengan hasil skripsi A. Yippiiee…

senyum mencoba untuk tetap tegar

Selesai skripsi, baru deh aku memperhatikan kondisi kulit yang memang terparah sepanjang masa aku punya jerawat. Seorang teman menyarankan untuk membeli tea tree oil dari the body shop. Reviewnya disini. Its my savior ! Aku juga mencoba berbagai macam DIY mask yang ampuh. Jerawat sudah baikan, paling hanya ada 1 atau 2 saat PMS and its okay to me. Lalu temanku menyarankan untuk berobat ke dokter lagi untukmenghilangkan bekas jerawat. Kali ini ke dokter kecantikan langganannya yang berlokasi di kramat jati. Temanku itu dulu mukanya juga banyak, bekas jerawat hitam – hitam (bekas jerawatku merah – merah) namun sekarang mukanya bersih, tak ada bekas jerawat. Bahkan aku sempat tak percaya awalnya kalau dia pernah mengalami masalah jerawat. Aku baru percaya setelah melihat foto dia tempo dulu.


Next post aku akan menceritakan pengalaman berobatku ke dokter kulit – my acne story part 3
Back to Top